Dulu waktu aku masih masa-masa SMK kayak gak mau gitu kerja kok disini-sini aja kayak gak ada bacground baru. Rasanya pengen kali merantau biar gak di kota ini terus.
Dulu bayanganku aku besek bekerja di kota x, aku harus sukses pulang membawa hasil. Aku kepengen lah ngerubah rumah orang tua sebelum nikah. Aku juga kepengen cari modal sendiri buat nikah sisanya di tabung.
Ternyata semuanya cuma bayangan. Ketika lulus berbeda dari kenyataan “ekpetasi tak sesuai dengan hasilnya” boro-boro bayangin itu, cari kerja aja gak dapat-dapat gitu dulu kok angen-angennya kemana-mana.
Akhirnya aku nya iya merantau tapi di kota y. Dan lagi-lagi kenyataan melenceng lagi dari angan-anganku dulu. Dulu ku pikir dengan aku merantau aku jauh lebih mandiri, dan bisa mewujudkan keinginanku yang lalu.
Bablass,,, semakin kesini semakin jauh dari angan-anganku. Gajiku cuma cukup buat makan dan tidurku selama disana sisanya buat pulang ke kotaku. Apalagi kalau keadaan di liburkan seperti sekarang . Kayak-kayak gaji kerja yang lembur-lembur itu buat stok kalau libur gini.
Mau gak pulang tapi makan disini bayar akhirnya tetap pulang meski malu. Terus kalau sudah dirumah rasanya males aja di suruh balik. Nyaman di rumah bisa ngumpul dengan keluarga. Pengen cari kerja di sini saja kalau merantau tapi gak dapat hasil kan sia-sia.
Padahal pengorbanan anak rantau itu banyak termasuk mandiri terus gak ketemu keluarga beda kalau kerja di rumah . Gaji sedikit-sedikit yang penting bisa menyisihkan.
Oh iya kalian pikir anak rantau itu uangnya banyak terus kerjanya enak,, kalian salah sebenarnya sama saja seperti kerja di rumah yang membedakan cuma titel nya. Rantau sama dirumah. Kerja semuanya sama ya capek, panas, dll dari pengorbanan itu dapat hasil yang namanya gaji.