Dulu waktu kecil tiap bapak pulang kondangan pasti yang di serbu nasi kotaknnya pada rebutan akhirnya makan rame-rame. Sedangkan orang tua selalu ngalah makan aja di bagi sama saudaranya, sama saudara yang rukun. Itu kata-kata orang tua yang penting anak nya bahagia.
Dia marah kalau anaknya makan gak mau di bagi alias murka (semua di makan sendiri) di bilang gini “kaya gak pernah makan saja” padahal sering di masakin ayam mie dsb. Tapi entah kenapa kalau ada gituan slalu rebutan. š¤ apalagi nanti yang besar dan kecil gak ada yang mau ngalah akhirnya bertengkar. Orang tua slalu marah lalu bilang “makanan kek gitu jadi bertengkar, ya udah besok-besok kalau dapat nasi kotak gak usah di bawa pulang pak” . Kalau sudah kaya gitu pasti salah-salahan. šŖ terus marahanšš
Gak tau kenapa dulu kaya gak pernah makan aja.šš
Enak gitu mengenang masa-masa dulu di saat aku kakak dan adikku makan bersama terus bertengkar seruš
Masa-masa itu telah berlalu semua sudah menginjak dewasa. Kakak sudah punya keluarga sendiri sedangkan aku jauh dari rumahšŖ
Jadi kalau aku dapat kek ginian slalu ingat yang di rumah.šŖ
Kenapa nasi ini jadi rebutan?
Ya karena nasi ini sudah di do’akan rasanya lebih enak karena mencium do’a-do’a yang pasti barokah.
+rasanya lebih gurih dan menggodaš
