Corona merubah wacana

Ealah,,

Ngenes banget nasib anak rantau mau gak mau harus standby di kos. Mau pulang takut bawa viruss belum nanti di desa jadi topik ghibah.
Kita sama seperjuangan man,, harus terima ing pandum. “Wes gak mulih aku masio duso ku akeh mbek wong-wong terutama wong tuo” (sudah gak pulang aku walau dosaku banyak di orang-orang terutama orang tua).


Ealah,,

Di saat orang bahagia bisa bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, tetangga kita hanya bisa diam di kos kaya orang asing. Biasanya makan bareng masak bareng sekarang sendiri. Biasanya banyak jajan lebaran . Rindu masa masa itu.
Mau gimana lagi mau gak mau harus mau “gak boleh pulang” .

Ealah,,

Masalah satu baru selesai datang lagi “lockdown” bih rasanya lebih nyesek ini ketimbang lebaran gak bisa pulang. Udah bayangin aja kalau di lockdown mau kerja apa. Gak mungkin terus terusan “tolah-toleh” di rumah.

Ealah,,

Emang benar takdir sedang bermain kali ini di tahun 2020 adalah level yang terberat belum ada yang bisa melewatinya. Harus sabar dan tetap berusaha. Ngeluh boleh tapi jangan terus-terusan nanti semangatnya hilang kegerus kata “ealah”.
#tetep_di kos jangan kemana-mana.
#tetep_jaga kesehatan di kota orang.
#selama masih kerja jangan pulang dulu.
#ntar kalau di locdown pulang.


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star